Text
Sweet Home
“Kebersamaan itu bukan soal momen sempurna, tapi bagaimana kita menikmati setiap detiknya bersama.”
Kost Pak Soleh, sebuah bangunan berlantai dua yang terletak di kawasan perumahan sepi dengan hutan di sebelah kanannya, tampak tenang dari luar. Namun, di dalam, suasana malam itu jauh dari tenang.
Enam mahasiswa dari berbagai daerah dan jurusan sedang mempersiapkan pesta penyambutan untuk dua penghuni baru, Adit dan Adiva, yang telah bergabung sebulan terakhir.
Malam itu, mereka semua berkumpul di ruang tamu yang telah dihiasi sederhana namun cukup meriah. Makanan dan minuman sudah ditata di meja makan, sementara berbagai suara tawa dan obrolan terdengar di seluruh ruangan.
Di dapur, Manggala Abrisam, mahasiswa Teknik Sipil yang dikenal sebagai ‘sasaran empuk’ lelucon di kost, sedang sibuk menyiapkan siomay buatan tangannya. “Ayo, cepetan Gala, gue udah laper nih!” teriak Raihan Bachtiar, mahasiswa Arsitektur yang selalu penuh ide-ide usil, sambil mencoba mengintip ke dalam baskom.
Sementara itu, Mahardika Raharja, atau Dika, mahasiswa DKV asal Jawa yang lebih nyaman menggunakan bahasa daerahnya, mondar-mandir di dapur tanpa jelas apa yang dilakukan. Dia tampak bingung, seolah ingin membantu tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.
Aresha Arabella, mahasiswi Psikologi yang tenang namun suka bercanda, sedang mengaduk kari ayam di panci. Melihat Dika yang mondar-mandir tak tentu arah, Aresha mencoba menggodanya.
Di ruang tamu, Zaidan Wigatama, mahasiswa Ilmu Komputer yang terkenal suka nge-jokes, sedang sibuk mengatur musik untuk pesta. Di sudut ruangan, Adeeva Paramita mahasiswi Akuntansi yang kerap dipanggil adiva juga merupakan penghuni baru di kost pak soleh, hanya bisa tersenyum melihat kehebohan yang terjadi. Meskipun baru sebulan tinggal di kost, dia sudah merasa sangat akrab dengan tingkah laku teman-temannya.
Lantas bagaimana kelanjutan kisah anak-anak kos Pak Soleh ini?
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain