Text
Siskamling Jaga Sula : Perpaduan Kearifan Lokal dan Modernitas Dalam Mewujudkan Kamtibmas di Kepualauan Sula
Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas keamanan kampung kita? Aparat? Atau kita sendiri? Buku ini mengajak pembaca menyelami kembali sebuah nilai yang mulai memudar: kesadaran kolektif untuk saling menjaga. Di tengah tantangan geografis Kepulauan Sula yang luas, terpencar, dan tidak selalu mudah dijangkau aparat, lahirlah gerakan besar bernama Siskamling Jaga Sula sebuah kebangkitan sosial yang menghidupkan kembali kekuatan solidaritas warga.
Melalui analisis yang tajam, data kriminalitas terbaru, dan kisah lapangan yang apa adanya, penulis membongkar bagaimana Siskamling bukan hanya menjawab persoalan keamanan, tetapi juga memperbaiki kepercayaan, menguatkan jaringan sosial, serta mengembalikan budaya jaga kampung yang menjadi identitas orang Sula sejak dulu.
Di bawah kepemimpinan visioner Kapolres AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K, program ini berkembang menjadi model keamanan modern yang humanis, partisipatif, dan berakar kuat pada kearifan lokal. Desa-desa seperti Fagudu, Waibau, Ona, Waibau, Fukweu, Keramat Titdoi hinggga Falabisahaya kini berdiri sebagai contoh nyata bahwa keamanan yang berhasil selalu bermula dari rakyat.
Buku ini akan menggugah kesadaran kita bahwa: keamanan bukan hanya tentang ronda, tetapi tentang rasa memiliki, aparat bukan satu-satunya penjaga, kita pun adalah pelindung kampung kita, dan Siskamling bukan program melainkan gerakan moral. Setelah membaca buku ini, Anda tidak lagi melihat pos ronda sebagai bangunan kecil di sudut kampung, tetapi sebagai simbol kebangkitan sosial Kepulauan Sula.
Inilah buku yang bukan hanya bercerita tentang Sula, tetapi menggerakkan Orang Sula untuk Jaga Sula dimulai dari Jaga Diri, Jaga Keluarga dan Jaga Ligkungan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain