Text
JEJAK SANTRI : ANTARA QUR’AN DAN MIMPI
"Jika aku tidak menjadi hafidz Qur'an dan tidak menjadi pemain sepak bola, maka aku ingin menjadi Bos Muda.”
Menjadi santri bukan berarti mengubur mimpi. Bagi Muhammad Valentino Lazimusani, setiap hari di Pondok Pesantren Nizamia adalah langkah kaki untuk menyeimbangkan dua dunia. Di satu sisi, ia berjuang melawan rasa kantuk dan pusing demi menghafal 30 juz Al-Qur'an agar bisa memberikan mahkota kemuliaan bagi orang tuanya. Di sisi lain, imajinasinya melambung tinggi ke lapangan hijau, bermimpi menjadi kiper tangguh layaknya Maarten Paes.
Buku ini adalah catatan jujur seorang remaja tentang metamorfosis diri. Dari sosok yang pemalas dan nakal, menjadi pribadi yang menghargai kejujuran, kedisiplinan piket, hingga indahnya persahabatan di sela-sela lantunan ayat suci.
Jejak Santri: Antara Qur'an dan Mimpi adalah sebuah narasi tentang harapan, doa, dan tekad bulat bahwa seorang santri bisa menjadi apa saja—ustadz, pemain timnas, bahkan juragan sound horeg sekalipun—selama Al-Qur'an tetap menjadi kompas utamanya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain